METRO – Pondok Pesantren Al Muhsin Metro memperingati Hari Anak Nasional dengan menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, semangat kebangsaan, serta budaya antibullying kepada 360 santri. Kegiatan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al Muhsin Metro dan dihadiri jajaran pimpinan, guru, serta seluruh santri, Kompleks pendidikan Al Muhsin Metro, pada Selasa, 21/7/2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Al Muhsin Metro Ustadz Dr. Ali Murtadlo, M.Pd., bersama Ust. Eko Yulianto, Ust. M. Shadeq, Ust. Aris Munandar, Ust. Sudarman, Ust. Nurrohman, Ust. Suyatno, Ust. Ahmad Ghozali, dan Ust. Herman Susilo.
Dalam tausiyahnya, Dr. Ali Murtadlo menegaskan bahwa Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembinaan generasi penerus. Hal itu sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya Surah At-Tahrim ayat 6 dan nasihat Luqman kepada putranya dalam Surah Luqman.
Menurutnya, orang tua memiliki amanah besar untuk menjaga fitrah anak dan membimbing mereka agar tetap mengesakan Allah SWT. Salah satu bentuk ikhtiar tersebut adalah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, akhlak, dan pembinaan karakter.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Orang tua telah menitipkan amanah kepada Pondok Pesantren Al Muhsin untuk membimbing mereka menjadi generasi yang bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan di pesantren tidak hanya mengajarkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk akhlak kepada Allah SWT dan sesama manusia. Santri dibiasakan menegakkan salat, mengamalkan amar makruf nahi mungkar, menghormati orang tua dan guru, serta membangun kepedulian sosial.
Pada kesempatan itu, Ali Murtadlo juga mengingatkan seluruh santri agar menjauhi segala bentuk perundungan (bullying). Menurutnya, Islam sangat membenci sikap merendahkan orang lain karena bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW.
“Jangan ada bullying di Al Muhsin. Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan karena keturunan, suku, maupun kekayaannya, melainkan karena ketakwaannya kepada Allah SWT. Jika masih ada yang melakukan bullying, segera bertaubat,” tegasnya.
Ia juga mengajak para santri untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan belajar sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah yang membidangi Kesiswaan, Madrasah Aliyah (MA) Al Muhsin Metro, Ust. Muhammad Asad Abdullah, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Al Muhsin memiliki program pendidikan yang mengintegrasikan pembinaan akademik dan nonakademik.
Menurutnya, tersedia kelas reguler dan kelas unggulan (excellent class), didukung berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Untuk bidang nonakademik, santri dapat mengikuti futsal, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, pencak silat, dan berbagai kegiatan lainnya.
Sementara bidang akademik meliputi Olimpiade Bahasa Arab, English Club, serta pembinaan kompetisi akademik lainnya.
Prestasi Al Muhsin pun terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, santri berhasil meraih berbagai penghargaan di tingkat provinsi hingga nasional, termasuk pada ajang Olimpiade Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah tingkat nasional di Jakarta.
“Kami mengajak putra-putri terbaik di Provinsi Lampung dan sekitarnya untuk bergabung bersama Pondok Pesantren Al Muhsin. Kami tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama dan akademik, tetapi juga menanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme, serta kepemimpinan. Salah satunya melalui pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin dan peringatan hari-hari besar nasional,” pungkasnya.





